Sabtu, 19 Desember 2015

TERPURUKNYA THE RED DEVILS


Lebih baik sekarang daripada terlambat. Manchester United kiranya harus segera mengambil keputusan terhadap manajer Louis van Gaal yang tidak kunjung mampu mengangkat prestasi timnya.
Didatangkan pada musim panas 2014 dengan status sebagai semi-finalis Piala Dunia bersama tim nasional Belanda, ada gegap gempita di kubu Old Trafford sebagaimana para suporter membayangkan timnya akan kembali ditakuti pasca kejatuhan David Moyes.
Sebelum penunjukan Van Gaal, Moyes – yang ditunjuk sebagai suksesor Sir Alex Ferguson – terbilang kesulitan dalam mengangkat prestasi tim lantaran dewan direksi tidak cakap mendukungnya di bursa transfer. Selama waktu singkatnya di United, manajer asal Skotlandia itu hanya mampu mendatangkan Marouane Fellaini dan Juan Mata, padahal sejatinya ia menginginkan hal yang lebih.
Kegagalan dalam memenuhi tuntutan Moyes membuat United, yang waktu itu berstatus sebagai tim juara, terseok-seok di tabel klasemen Liga Primer Inggris. Terlempar dari empat besar mengakibatkan fans mencemooh Moyes hingga akhirnya pihak klub memutuskan untuk mendepak mantan juru taktik Everton tersebut pada akhir April 2014.
Moyes didepak dari United setelah gagal mereplika kesuksesan di musim sebelumnya.
Beda Moyes beda Van Gaal. Di awal kedatangannya, pria asal Belanda itu seperti mendapatkan perlakuan istimewa dari jajaran direksi mengingat CV-nya yang panjang. Sebagai pelatih kawakan, ia meminta pihak klub memenuhi tuntutannya dan menyingkirkan apa yang ia tidak suka yang sudah menjadi bagian dari filosofinya.
Di musim perdanannya, target Van Gaal cukup sederhana; yakni mengembalikan United ke kompetisi Liga Champions yang di musim sebelumnya mereka lewatkan. Untuk mewujudkan itu, sang meneer merekrut banyak pemain dengan nilai cukup fantastis seperti Angel di Maria (£59,7 juta), Luke Shaw (£30 juta), Ander Herrera (£28,5 juta), Marcos Rojo (£16 juta), Daley Blind (£13,8 juta) dan meminjam Radamel Falcao dari AS Monaco – di mana pihak United membayarkan sebagian besar gaji El Tigre.
Jika ada kedatangan, maka ada yang pergi. Mereka yang angkat kaki dari United adalah Tom Cleverley (dipinjamkan ke Aston Villa), Javier Hernandez (dipinjamkan ke Real Madrid), Luis Nani (dipinjamkan ke Sporting Lisbon), Danny Welbeck (dijual ke Arsenal), Darren Fletcher (dijual ke West Brom), Shinji Kagawa (dijual ke Borussia Dortmund), Wilfried Zaha (dijual ke Crystal Palace), Bebe (dijual ke Benfica), Anderson (dijual ke Internacional) dan masih banyak pemain lainnya seperti Angelo Henriquez, Federico Macheda hingga Marnick Vermijl.
Di musim tersebut, tim Setan Merah mendapatkan apa yang mereka inginkan, yakni kelolosan ke ajang Liga Champions setelah finis di urutan keempat kompetisi Liga Primer 2014/15. Di musim itu pula, United racikan Van Gaal dipermalukan tim kasta ketiga MK Dons dengan skor telak 4-0 di putaran kedua Piala Liga Inggris.
Dikalahkan MK Dons di ajang Piala Liga menjadi aib Van Gaal musim lalu.
Merasa butuh perbaikan, Van Gaal kembali meminta pihak klub untuk merekrut daftar pemain incarannya. Lagi-lagi dewan direksi menyanggupi dengan menebus mahal Anthony Martial (£36 juta – yang nilai transfernya berpotensi naik menjadi £57,6 juta di masa depan), Morgan Schneiderlin (£25 juta), Bastian Schweinsteiger (£14 juta), Matteo Darmian (£12,9 juta), Memphis Depay (£20 juta) dan Sergio Romero (gratis).
Akan tetapi, Van Gaal melakukan kesalahan dengan melepas banyak pemain seperti Jonny Evans dan Anders Lindegaard (keduanya dijual ke West Brom), Cleverley (dijual permanen ke Everton), Nani dan Robin van Persie (dijual permanen ke Fenerbahce), Reece James (dijual permanen ke Wigan Athletic), Rafael da Silva (dijual permanen ke Lyon), Hernandez (dijual permanen ke Bayer Leverkusen) dan yang tidak habis pikir adalah menjual rugi Di Maria ke Paris Saint-Germain.
Satu hal yang menjadi nilai lebih bagi Van Gaal di bursa transfer adalah ia mampu mencegah kepergian David de Gea ke Real Madrid pada musim panas kemarin, di mana ia mengamankan masa depan sang penjaga gawang sampai 2019 dengan opsi perpanjangan setahun.
Van Gaal ngotot 'memerangi' Madrid hingga sukses mengamankan masa depan De Gea.
Bongkar muat yang dilakukan sang manajer membuat kedalaman skuat United menjadi sangat kurang, keseimbangan mereka juga sangat buruk. Di lini depan saja, mereka hanya memiliki Wayne Rooney dan Martial, selagi James Wilson jarang diberi kesempatan sebelum kemudian dipinjamkan ke Brighton & Hove Albion.
Di suatu waktu saat United tidak lagi memiliki penyerang yang bisa dimainkan, Van Gaal dengan percaya dirinya memainkan Fellaini di posisi juru gedor setelah ia menimbang tinggi badan sang gelandang yang ia pikir bisa menjadi senjata saat tampil di depan.
Kedalaman skuat yang kurang menjadi bencana bagi Van Gaal. Mengingat banyak pemain utamanya yang menepi, ia pun terpaksa mengambil beberapa pemain akademi yang minim jam terbang seperti Cameron Borthwick-Jackson dan Guillermo Varela, serta tak lupa melibatkan Axel Tuanzebe (bek) dan Marcus Rashford (penyerang) di bangku pemain ketika timnya kekurangan opsi di musim ini.
Fellaini menjadi korban dari filosofi Van Gaal.
Kini, posisi Van Gaal kian terdesak menyusul kekalahan 2-1 yang dialami timnya dari Norwich City di kandang sendiri, Sabtu (19/12) malam WIB. Di pertandingan itu, gol-gol dari Cameron Jerome dan Alex Tettey hanya mampu dibalas oleh Martial sehingga United terpaksa kalah dan merelakan posisi empat besar diklaim Tottenham Hotspur, yang di tempat lain sukses membekuk Southampton.
Kekalahan semalam merupakan kekalahan ketiga beruntun untuk United di semua kompetisi. Lebih dari itu, mereka sudah tidak lagi bisa menang sejak keberhasilan memetik kemenangan di markas Watford pada akhir November, dan mereka kini tengah dalam laju enam laga tanpa menang.
Sebelum ditekuk Norwich, United dikalahkan AFC Bournemouth di ajang Liga Primer dan disingkirkan VfL Wolfsburg dari kompetisi Liga Champions. Sebelum itu mereka juga mendapati hasil buruk lantaran ditahan imbang PSV Eindhoven, Leicester City dan West Ham. Adapun jika ini terjadi di era Sir Alex, tentu hal semacam ini tidak bisa dimaafkan dengan alasan apapun.
Laga-laga melawan Bournemouth dan Norwich di atas kertas harusnya bisa dimenangkan oleh United. Dengan kekalahan ini, maka kebesaran United menjadi diragukan dan pujian layak disematkan kepada lawannya yang telah membuktikan bahwa tim Setan Merah saat ini memang tidak cukup bagus.
United tidak cukup bagus di bawah arahan Van Gaal.
Pendukung United saat ini sepertinya sudah tidak lagi menyukai Van Gaal beserta filosofinya yang dipaksakan. Strateginya yang aneh tak jarang kerap menghasilkan permainan monoton. Skema yang berputar-putar dan kerap mengoper sampai jauh ke belakang ia paksakan demi mendapatkan penguasaan bola yang lebih.
Menyadari posisinya terdesak, Van Gaal pun mengakui bahwa ia khawatir dengan potensi pemecatan yang bisa dilakukan oleh dewan direksi kapan pun mereka mau. Berkaca dari kejatuhan Jose Mourinho di Chelsea, pria berusia 64 tahun ini merasa cemas bahwa dirinya akan menjadi orang berikutnya yang didepak pada pekan ini.
“Tentu saja saya khawatir soal [pemecatan Mourinho] itu karena kepercayaan pada seorang manajer adalah sangat penting,” demikian Van Gaal kepada wartawan. “Dan ketika Anda kalah sebagai manajer, kepercayaan itu menjadi berkurang. Itulah yang terjadi sekarang, dan saya tidak bisa menutup mata soal itu.”
Van Gaal menambahkan: “Saya tidak merasa sebuah perubahan kepemimpinan akan menghadirkan kesuksesan secara langsung.”
Dengan kontrak Van Gaal yang tersisa sampai musim panas 2017, kiranya masih ada waktu satu setengah tahun lagi baginya. Namun jika prestasi tim tidak kunjung membaik dalam beberapa pekan ke depan, maka pintu keluar Old Trafford sudah menantinya.
Terlepas dari ini, United seharusnya mempertimbangkan masa depan klub secara baik dan bijak. Banyak manajer jempolan yang bisa mereka pertimbangkan demi mengembalikan nama besar klub seperti Carlo Ancelotti – yang kini menganggur, Pep Guardiola – yang sepertinya akan pergi dari Bayern Munich pada akhir musim ini, Mourinho yang baru saja dipecat Chelsea sampai Ryan Giggs – yang sewaktu menjabat sebagai manajer interim mempersembahkan dua kemenangan, satu hasil imbang dan satu kekalahan pada musim 2013/14 silam; dengan kemenangan perdana ia bukukan ketika mengatasi Norwich 4-0 di Old Trafford.
Calon kandidat yang bisa dipertimbangkan United.

TINJAUAN REAL MADRID VD RAYO VALLECANO

 TINJAUAN REAL MADRID VD RAYO VALLECANO



Florentino Perez meminta Real Madrid mengembalikan intensitas pertandingan seperti musim lalu saat meladeni Rayo Vallecano di Santiago Bernabeu, Minggu (20/12) pada lanjutan La Liga Spanyol.

Skuat Rafael Benitez menelan tiga kekalahan dari lima pertandingan liga terakhir, terkini mereka dibekap Villarreal 1-0 hingga tertinggal lima poin dari Barcelona dan Atletico Madrid.

Ketajaman Los Blancos terasa memudar saat tampil di El Madrigal padahal sebelumnya sukses menjebol gawang Malmo delapan kali di Liga Champions.

Perez menilai skuat yang dimiliki sekarang ini merupakan salah satu yang terbaik namun tetap mengkritisi penampilan tim.

Gareth Bale yang mencetak dua gol di tiga penampilan terakhir menjadi salah satu bintang yang disentil sang presiden.

Rabu, 17 Juli 2013



Fokus: ingin juara anda harus seperti astronot


Berada di 'luar angkasa' menjadi hal yang memungkinkan bagi para pesepakbola.
Tanyakan kepada mereka yang sudah pernah merasakannya, bagaimana rasanya menjadi juara?

"Rasanya seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Saya merasa berada di dunia yang berbeda," begitu ungkapan Robin Van Persie usai memastikan Manchester United menjadi juara Liga Primer Inggris musim lalu.

Bagi Van Persie, meraih gelar juara sebelumnya memang hanya sebatas mimpi. Bersama Arsenal, pemain asal Belanda itu pun juga merasakan getirnya puasa gelar juara, yang kini sudah menginjak tahun ke sembilan. Dan ketika memutuskan pindah ke Manchester United dan mengangkat trofi pertamanya di Old Trafford, lumrah jika Van Persie merasa dirinya terbawa oleh mimpi.

Memiliki mimpi yang terwujud seperti itu memang tidak bisa sembarangan orang yang mampu mendapatkannya. Mereka yang berhasil meraihnya adalah orang-orang yang terpilih, siap secara mental dan kemampuan, dan juga sedikit memiliki faktor keberuntungan.

Tapi yang utama adalah kesiapan mental, fisik dan kapabilitas menjadi juara. Mereka yang bisa mewujudkan mimpi adalah mereka yang memiliki bekal terbaik. Dan hanya sedikit bagi mereka yang bisa mampu ke tahap ini.

Jika dianalogikan dengan hal lain di luar sepakbola, dunia antariksa bisa menjadi gambaran tersendiri. Bayangkan saja, sesering apa sih orang bisa ke luar angkasa? Belum juga mahalnya harga untuk bisa menjadi yang paling atas dan bisa leluasa melihat ke bawah. Orang-orang itu pun juga hanya yang terpilih yang bisa melakukannya.

Nick Greene, astronom kenamaan asal Amerika Serikat, mengungkapkan syarat yang kompleks untuk bisa berada di luar angkasa. Selain level pendidikan, keterampilan dan kesiapan, hal lain yang dibutuhkan adalah faktor luck, kemampuan komunikasi, pelatihan intensif dan kondisi fisik yang mumpuni. Singkatnya, dibutuhkan orang yang betul-betul fit dalam semua hal.

Dan jika semua itu bisa terpenuhi, mereka yang bisa berada di luar angkasa pun derajat kehidupan sosial mereka naik secara otomatis. Publik tak lagi menganggap Anda sebagai warga biasa. Cukup lumrah mengingat syarat yang harus dipenuhi memang luar biasa sulit. Pada akhirnya, menjadi astronot berarti Anda harus memiliki keberanian dan secara fisik mampu melakukan pekerjaan paling menakjubkan di dunia.

Jika dibandingkan, untuk menjadi seorang astronot, dibutuhkan persiapan selama bertahun-tahun, sama halnya bagi para pesepakbola yang berkualitas juara. Persiapan bahkan sudah dimulai sejak pendidikan dasar. Di bangku kuliah, mereka yang ingin menjadi astronot harus memiliki pengetahuan dan menguasai bidang studi matematika, sains, teknik dan ilmu fisika. Kemampuan untuk menganalisa lingkungan juga harus dimiliki.

Setelahnya, NASA mengsyaratkan pengalaman yang lebih dari cukup. NASA tahu mereka tak butuh 'pemain rookie' di atas sana. Sejumlah pelatihan pun harus diikuti, yang paling tidak membutuhkan waktu tiga tahun. Calon astronot juga harus aktif mencari informasi mengenai kesempatan untuk ikut bergabung dengan NASA, mulai dari aplikasi, review hingga proses screening, sebelum akhirnya hanya terpilih 20 orang dalam program dua tahun peluncuran pesawat ke luar angkasa. Peserta awal kabarnya bisa mencapai 5.000-an orang.

Dan itu semua pun mirip dengan sepakbola. Tak banyak orang yang bisa menjadi juara, atau memposisikan diri mereka sebagai juara. Komentar Van Persie setidaknya bisa mewakili hal tersebut. Menjadi juara, menurut Van Persie, membuatnya seperti berada di dunia yang berbeda, bukan dunia yang sebelumnya sudah biasa dihadapinya. Menjadi juara seakan menempatkan Van Persie berada di level yang lebih tinggi dibanding lainnya.

Pemain lain, seperti Lionel Messi saat memenangi Ballon d'Or untuk kali keempat, atau Franck Ribery yang baru saja mengantar Bayern Munich meraih tiga gelar juara di musim ini, atau pemain lain yang merasakan sensasi juara pasti mengamini hal itu, terlepas dari kerendahan hati mereka. Bahkan, Messi banyak disebut sebagai pemain yang bukan dari bumi, karena kemampuannya yang luar biasa itu.

"Anda tak bisa membandingkan siapapun dengan Messi. Cristiano Ronaldo adalah manusia biasa yang hebat. Tapi, Messi adalah makhluk planet lain. Dia bisa membawa bola lebih cepat dibandingkan saat berlari tanpa bola," tegas mantan pelatih timnas Argentina Alfio Basile pada Radio 9 beberapa waktu lalu.

Memang demikian adanya. Van Persie, Messi atau Ribery pasti melakukan persiapan matang untuk bisa menjadi juara. Ketatnya kompetisi dan banyaknya laga yang harus dijalani juga mempersiapkan mereka memposisikan diri sebagai yang terbaik, sadar atau tidak. Secara mental dan fisik, para pemain ini sudah 'terpilih' untuk menjadi juara dengan sendirinya.

Tanyakan saja kepada Van Persie, Messi, atau Ribery, bagaimana mereka harus menjalani masa pelatihan sejak usia dini yang berat dan penuh kedisplinan. Belum lagi keharusan pemain, terutama di La Masia, untuk menjalani pendidikan formal hingga batas usia tertentu. Konon kabarnya Barcelona ingin memberikan bekal kepada anak didik mereka untuk siap menghadapi dunia luar apabila tak cukup beruntung di dunia sepakbola. Klub tahu, bukan hanya skill saja yang dibutuhkan di lapangan dan di luar sana, tapi juga intelejensia yang baik.

Pemain-pemain itu pun digembleng dan dipersiapkan mentalnya sedemikian rupa untuk bisa menjadi yang terpilih untuk menjadi juara. Dan terbukti, hanya beberapa saja yang bisa menunjukkan kelasnya sebagai salah satu yang terbaik.

Hanya pemain dan tim yang siap itulah yang nantinya bisa memetik hasil manis di akhir musim, memiliki posisinya sendiri di masyarakat dan mungkin bisa berada di 'angkasa luar' sana.

Minggu, 30 Juni 2013

LIMA PERTANDINGAN TERAKHIR SPANYOL/BRAZIL

Brasil
1 Jul 2013Brasil 3 - Spanyol 0FCC
27 Jun 2013Brasil 2 - Uruguay 1FCC
23 Jun 2013Italia 2 - Brasil 4FCC
20 Jun 2013Brasil 2 - Meksiko 0FCC
16 Jun 2013Brasil 3 - Jepang 0FCC
Spanyol
1 Jul 2013Brasil 3 - Spanyol 0FCC
28 Jun 2013Spanyol 0 - Italia 0FCC
24 Jun 2013Nigeria 0 - Spanyol 3FCC
21 Jun 2013Spanyol 10 - Tahiti 0FCC
17 Jun 2013Spanyol 2 - Uruguay 1FCC

KLASEMEN AWAL PREMIER LEAGUE 2013/14
 

Pertandingan Kandang Tandang Gol
  P Ma M I K M I K M I K GM GK
Keterangan: P: Jumlah Poin    M: Jumlah Kemenangan    I: Jumlah Hasil Imbang    K: Jumlah Kekalahan    Ma: Total Main    GM: Gol Memasukkan    GK: Gol Kemasukan
1 Arsenal 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
2 Aston Villa 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 Cardiff City 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 Chelsea 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 Crystal Palace 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
6 Everton 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
7 Fulham 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
8 Hull City 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
9 Liverpool 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
10 Manchester City 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
11 Manchester United 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
12 Newcastle United 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
13 Norwich City 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
14 Southampton 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
15 Stoke City 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
16 Sunderland 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
17 Swansea City 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
18 Tottenham 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
19 West Bromwich Albion 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
20 West Ham United 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
 
KLASEMEN GRUP C KUALIFIKASI PIALA ASIA 2015


Pertandingan Kandang Tandang Gol
  P Ma M I K M I K M I K GM GK
1 Arab Saudi 6 2 2 0 0 1 0 0 1 0 0 4 2
2 Cina 3 2 1 0 1 1 0 0 0 0 1 2 2
3 Irak 3 2 1 0 1 1 0 0 0 0 1 1 1
4 Indonesia 0 2 0 0 2 0 0 1 0 0 1 1 3

PEMAIN DAN PELATIH MANCHESTER UNITED

1 David de Gea Kiper 16 Michael Carrick Gelandang
13 Anders Lindegaard Kiper 17 Nani Gelandang
40 Ben Amos Kiper 18 Ashley Young Gelandang
50 Sam Johnstone Kiper 22 Paul Scholes Gelandang
2 Rafael Bek 23 Tom Cleverley Gelandang
3 Patrice Evra Bek 24 Darren Fletcher Gelandang
4 Phil Jones Bek 25 Nick Powell Gelandang
5 Rio Ferdinand Bek 26 Shinji Kagawa Gelandang
6 Jonny Evans Bek 52 Larnell Cole Gelandang
12 Chris Smalling Bek - Reece Brown Gelandang
15 Nemanja Vidic Bek - Adnan Januzaj Gelandang
28 Alexander Büttner Bek 10 Wayne Rooney Striker
- Luke Giverin Bek 14 Chicharito Striker
- Luke McCullough Bek 19 Danny Welbeck Striker
- Marnick Vermijl Bek 20 Robin van Persie Striker
7 Antonio Valencia Gelandang - John Cofie Striker
8 Anderson Gelandang - Guliano van Velzen Striker
11 Ryan Giggs Gelandang - David Moyes Manajer/Pelatih